LAHAT,DS — Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, S.H., M.H., turun ke lapangan meninjau langsung proyek pembangunan irigasi Air Manak 1 di Desa Sindang Panjang, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi,Lahat, Sumsel.
Peninjauan marathon dari pagi hingga sore tersebut dilakukan guna menguliti secara detail spesifikasi bangunan di lapangan. Bersama anggota DPRD, Camat, hingga Kepala Desa, Wabup memastikan setiap jengkal konstruksi mulai dari kerapian struktur, jarak spasi, hingga ukuran besi—sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditentukan.
Widia Ningsih menegaskan, proyek senilai Rp2,8 miliar dari APBD Kabupaten Lahat ini bukan dana yang sedikit. Ia memberikan peringatan keras kepada pihak kontraktor agar tidak bekerja asal kapok atau ‘asal perbaikan’ yang berujung rusak dalam hitungan bulan.
”Pagu Rp2,8 miliar ini uang besar, bukan angka main-main! Jangan sampai ada istilah putus kontrak atau pengerjaan asal-asalan seperti yang lalu-lalu. Kita mau bangunan ini kokoh dan awet, bukan tiap tahun hanya habiskan anggaran untuk bangun hal yang sama!” tegas Widia di lokasi proyek,Kamis (30/07/26).
Langkah tegas ini diambil karena irigasi Air Manak 1 merupakan urat nadi pertanian yang menyokong kebutuhan air bagi 7 desa di kawasan Tanjung Sakti Pumi. Wabup mengingatkan, mustahil mewujudkan omong kosong swasembada dan lumbung pangan jika infrastruktur dasarnya saja bobrok.
Di sisi lain, jajaran Pemdes dan anggota DPRD yang hadir menyatakan siap ‘pasang mata’ untuk mengawal proyek ini sampai tuntas. Masyarakat juga diimbau ikut mengawasi agar kontraktor nakal tidak bermain mata dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan.
Jurnalis : Antoni